Share this post:

Kuliah Umum USTEDI Bahas Strategi Customer Experience untuk Bangun Loyalitas Pelanggan

SEMARANG – Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) melalui Fakultas Ekonomi Digital dan Bisnis (FEDB) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “The Power of Customer Experience: Mengubah Interaksi Menjadi Loyalitas Pelanggan”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 ini menghadirkan Arfiansyah Arfi, S.T., M.B.A. sebagai narasumber. Selain itu, kegiatan tersebut dipandu oleh Dr. Rihan Hafizni, S.E., M.M. sebagai moderator. Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya USTEDI dalam meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai strategi bisnis di era digital.

USTEDI Bahas Perubahan Strategi Bisnis di Era Digital

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi Digital dan Bisnis USTEDI, Dr. Rokhmad Budiono, S.Pd., M.M. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika USTEDI dengan antusias. Dalam pemaparannya, Arfiansyah Arfi menjelaskan bahwa dunia bisnis mengalami perubahan besar. Saat ini, perusahaan tidak hanya berfokus pada kualitas produk. Namun, perusahaan juga perlu menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan. Melalui konsep Customer Experience USTEDI, mahasiswa diajak memahami pentingnya membangun hubungan yang kuat antara bisnis dan pelanggan.

Customer Experience Menjadi Kunci Loyalitas Pelanggan

Menurut Arfiansyah Arfi, pengalaman pelanggan terbentuk melalui berbagai tahapan. Mulai dari mengenal merek, mempertimbangkan produk, melakukan pembelian, hingga mendapatkan layanan setelah transaksi. Setiap interaksi memiliki peran penting dalam membangun persepsi pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Pengalaman positif tersebut dapat meningkatkan kepuasan sekaligus membangun loyalitas dalam jangka panjang.

Tiga Pilar Utama Customer Experience

Dalam kuliah umum tersebut, peserta juga mempelajari tiga strategi utama dalam membangun pengalaman pelanggan.

Strategi tersebut meliputi:

  • Hyper-personalization, yaitu memberikan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
  • Omnichannel flow, yaitu menghadirkan pengalaman yang terhubung melalui berbagai platform.
  • Instant response, yaitu memberikan layanan cepat dan responsif.

Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami karakteristik Generasi Z. Generasi ini tumbuh bersama teknologi digital dan banyak dipengaruhi oleh media sosial. Karena itu, bisnis perlu menggunakan pendekatan yang lebih personal, autentik, dan berbasis pengalaman.

Mahasiswa Pelajari Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Selain membahas strategi pengalaman pelanggan, narasumber juga memperkenalkan berbagai metode pengukuran.

Beberapa indikator yang dijelaskan meliputi:

  • Net Promoter Score (NPS),
  • Customer Satisfaction (CSAT),
  • Customer Effort Score (CES).

Melalui indikator tersebut, perusahaan dapat mengetahui tingkat kepuasan pelanggan secara lebih objektif. Selain itu, data tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa mengenai penerapan customer experience dalam bisnis digital.

USTEDI Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Bisnis Digital

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori. Namun, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai pentingnya pengalaman pelanggan dalam membangun keunggulan bisnis. Dengan adanya Customer Experience USTEDI, mahasiswa diharapkan mampu memahami strategi bisnis modern yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital, USTEDI terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Kutipan Maya Angelou yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat:

“People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa teknologi dapat membantu bisnis berkembang, tetapi pengalaman manusia tetap menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas pelanggan.