SEMARANG – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang bisnis baru bagi generasi muda. Melalui teknologi ini, anak muda dapat mengembangkan ide usaha, membuat konten promosi, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Peluang tersebut dibahas dalam workshop “Prompt, Post, Profit: AI Hack for Young Entrepreneur” pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna Kelurahan Manyaran ini menghadirkan Dosen Informatika Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) Semarang, Wafi Arifin, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.
Dosen Informatika USTEDI Kenalkan AI untuk Bisnis
Dalam workshop tersebut, Wafi Arifin mengenalkan cara praktis memanfaatkan AI untuk mendukung kegiatan wirausaha. Peserta mempelajari penggunaan teknologi AI untuk menggali ide bisnis, mengenali target pasar, dan menyusun strategi pemasaran digital. Selain itu, peserta diajak memahami cara membuat konten media sosial yang menarik. Dengan bantuan AI, proses perencanaan promosi dapat dilakukan secara lebih efektif dan terarah. Menurut Wafi, generasi muda perlu melihat AI sebagai peluang untuk berkembang. Teknologi ini tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dapat mendukung lahirnya ide usaha yang kreatif dan inovatif.
Prompt, Post, Profit: Tiga Langkah Mengembangkan Usaha
Workshop ini mengusung konsep Prompt, Post, Profit sebagai panduan sederhana bagi anak muda untuk memanfaatkan AI dalam berwirausaha. Pertama, Prompt. Peserta belajar menyusun instruksi atau prompt yang jelas agar AI menghasilkan ide dan konten sesuai kebutuhan bisnis. Instruksi yang tepat membantu pengguna memperoleh hasil yang lebih relevan. Kedua, Post. Peserta belajar mengolah hasil AI menjadi konten promosi yang menarik. Konten tersebut dapat dipublikasikan melalui media sosial untuk memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan calon pelanggan. Ketiga, Profit. Peserta memahami cara menghubungkan konten dengan strategi pemasaran digital. Tujuannya adalah meningkatkan jangkauan promosi, menarik minat konsumen, dan membuka peluang penjualan. Melalui tiga langkah tersebut, anak muda dapat mulai membangun bisnis dari ide sederhana. Mereka juga dapat mengembangkan personal branding dan memperkenalkan produk dengan strategi digital yang lebih terencana.
AI Membantu, Kreativitas Tetap Menjadi Kunci
Meski menawarkan banyak kemudahan, penggunaan AI tetap membutuhkan kreativitas dan pemikiran kritis. Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen sebelum menentukan produk maupun strategi promosi. Selain itu, pengguna harus memeriksa kembali informasi yang dihasilkan AI. Orisinalitas konten dan etika digital juga perlu diperhatikan agar pemanfaatan teknologi memberikan manfaat secara bertanggung jawab. Dengan demikian, AI berperan sebagai alat pendukung, bukan pengganti kreativitas manusia. Kombinasi antara teknologi, ide yang kuat, dan strategi pemasaran yang tepat dapat membantu usaha berkembang di tengah persaingan digital.
USTEDI Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Era Digital
Workshop AI untuk wirausaha ini menjadi salah satu upaya Karang Taruna Kelurahan Manyaran dalam meningkatkan keterampilan digital dan jiwa kewirausahaan generasi muda. Kehadiran dosen Informatika USTEDI Semarang dalam kegiatan ini juga menunjukkan peran akademisi dalam membagikan pengetahuan teknologi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu anak muda mengenali peluang usaha dan mengembangkan potensi diri. Melalui pemanfaatan AI secara tepat, generasi muda dapat menciptakan konten kreatif, memperluas pemasaran, dan membangun usaha secara mandiri. Dari prompt menjadi konten, dari konten menjadi peluang, dan dari peluang menjadi cuan. Semangat ini sejalan dengan upaya mendorong generasi muda agar lebih kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.