SEMARANG – Kolaborasi USTEDI DINNAKERIND terus diperkuat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas rencana pelatihan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (DINNAKERIND) Kabupaten Demak di Ruang Rapat Lantai 4 Kampus USTEDI. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas IKM melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi USTEDI DINNAKERIND Bahas Penguatan Kapasitas IKM
FGD dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan, Marsha Ayunita Irawati. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pengenalan mengenai profil kampus, program studi, serta rencana pengembangan USTEDI. Kegiatan yang berlangsung pada 16 April 2026 ini dihadiri oleh berbagai pihak. Di antaranya jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kaprodi Teknik Industri, perwakilan DINNAKERIND, serta pelaku IKM binaan. Melalui pertemuan ini, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pelatihan IKM Fokus pada Manajemen Keuangan dan Digital Marketing
Dalam diskusi tersebut, pembahasan utama diarahkan pada rencana pelatihan Manajemen Keuangan Sederhana dan Digital Marketing bagi pelaku IKM. Pelatihan dirancang secara aplikatif agar mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Selain itu, materi akan membantu pelaku IKM memahami penyusunan laporan keuangan sederhana serta strategi pemasaran melalui media digital. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan dalam tiga periode. Setiap periode akan melibatkan peserta yang berbeda agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha.
USTEDI Siapkan Materi Praktis Sesuai Kebutuhan IKM
Dalam sesi diskusi, para pelaku IKM menyampaikan beberapa kendala yang masih dihadapi. Salah satunya adalah pencatatan keuangan yang belum dilakukan secara konsisten. Selain itu, beberapa pelaku usaha juga mengalami kesulitan dalam memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Menanggapi kondisi tersebut, USTEDI akan menyusun materi pelatihan yang sederhana dan berbasis praktik. Materi tersebut akan mencakup penggunaan Microsoft Excel serta modul pendukung yang mudah dipahami oleh peserta.
Sinergi USTEDI dan DINNAKERIND Dukung IKM Berkelanjutan
Melalui Kolaborasi USTEDI DINNAKERIND, kedua pihak berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah. Tidak hanya memberikan pelatihan, program ini juga menjadi bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, pelaku IKM dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Pada akhirnya, USTEDI berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, USTEDI optimistis dapat menghadirkan program yang berdampak dan berkelanjutan.