SEMARANG – Universitas Sains dan Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) terus meningkatkan kualitas penelitian melalui penguatan kapasitas dosen. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), USTEDI menyelenggarakan Proposal Penelitian Kompetitif USTEDI dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan bertajuk “Proposal Penelitian Kompetitif: Penguatan Daya Saing Universitas dalam Perolehan Hibah Riset” berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 di Ruang Meeting Lantai 4 USTEDI. Kegiatan ini bertujuan membantu dosen menghasilkan proposal penelitian yang berkualitas dan sesuai dengan standar hibah riset nasional.
USTEDI Dorong Dosen Raih Hibah Riset Nasional
Persaingan mendapatkan pendanaan penelitian semakin meningkat. Oleh karena itu, kemampuan menyusun proposal yang kuat menjadi faktor penting bagi perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, dosen USTEDI mendapatkan pembekalan mengenai strategi penyusunan proposal penelitian. Selain itu, peserta juga mempelajari pemetaan tema riset prioritas dan cara meningkatkan peluang memperoleh hibah. Kegiatan menghadirkan Dr. Drs. Herie Saksono, M.Si., Peneliti Ahli Utama Bidang Bisnis dan Manajemen Pusat Riset sebagai narasumber.
Strategi Menyusun Proposal Penelitian Berkualitas
Dalam pemaparannya, Dr. Herie Saksono menjelaskan bahwa proposal penelitian harus memiliki nilai kebaruan. Selain itu, penelitian juga harus mampu menjawab permasalahan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, ide penelitian yang baik perlu disusun secara sistematis. Proposal juga harus menunjukkan tujuan, metode, serta dampak yang dapat diberikan. “Bukan hanya ide yang baik, tetapi bagaimana ide tersebut dikemas secara sistematis, terukur, dan memberikan kontribusi nyata,” jelasnya. Dengan pendekatan tersebut, peluang proposal untuk mendapatkan pendanaan akan semakin besar.
Pemanfaatan AI untuk Mendukung Proses Penelitian
Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI dapat membantu peneliti dalam berbagai tahapan penelitian. Misalnya, pencarian literatur, identifikasi celah penelitian, pengolahan data awal, hingga penyusunan kerangka proposal. Namun, penggunaan AI tetap harus dilakukan secara bijak. Peneliti tetap harus mengutamakan pemikiran kritis, integritas akademik, dan orisinalitas gagasan. Selain AI generatif, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Artificial General Intelligence (AGI). Teknologi tersebut diproyeksikan mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara lebih fleksibel pada masa depan. Sementara itu, Artificial Super Intelligence (ASI) menjadi konsep kecerdasan buatan lanjutan yang diperkirakan memiliki kemampuan melampaui manusia dalam berbagai bidang.
Membangun Budaya Riset di Lingkungan USTEDI
Melalui kegiatan Proposal Penelitian Kompetitif USTEDI, dosen memperoleh kesempatan berdiskusi mengenai berbagai tantangan penelitian. Pembahasan mencakup perumusan masalah, metodologi, penyusunan anggaran, hingga strategi menyesuaikan proposal dengan skema pendanaan. Ketua LPPM USTEDI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya riset yang kuat. Dengan meningkatnya kualitas proposal penelitian, diharapkan semakin banyak dosen USTEDI memperoleh hibah riset nasional. Selain itu, keberhasilan penelitian juga dapat meningkatkan publikasi ilmiah, inovasi, serta kontribusi universitas bagi masyarakat.
USTEDI Perkuat Daya Saing Akademik Melalui Penelitian
USTEDI berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem penelitian yang inovatif dan berdampak. Tidak hanya berfokus pada pendidikan, USTEDI juga mendorong dosen menghasilkan riset yang memberikan solusi bagi berbagai permasalahan. Melalui penguatan kompetensi penelitian, USTEDI optimistis mampu meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional. Ke depan, USTEDI akan terus menghadirkan program pengembangan dosen agar mampu menghasilkan penelitian berkualitas dan relevan dengan perkembangan teknologi.