Sambung Rasa Rektor dengan Mahasiswa
Share this post:

Sambung Rasa USTEDI: Dari Aspirasi Mahasiswa, Lahir Komitmen Membangun Kampus Unggul

SEMARANG – Universitas yang unggul tidak hanya dibangun melalui fasilitas modern atau teknologi canggih. Kampus juga membutuhkan komunikasi yang terbuka serta ruang untuk mendengar setiap aspirasi mahasiswa. Semangat tersebut menjadi inti kegiatan Sambung Rasa Rektor dan Pimpinan USTEDI dengan Mahasiswa. Forum ini mempertemukan pimpinan Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) dengan mahasiswa dalam suasana hangat dan penuh dialog.

Mahasiswa Diajak Menjadi Mitra Transformasi

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor USTEDI, Prof. Dr. Agus Wahyudin, M.Si. Selain itu, hadir pula Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Sutianingsih, S.E., M.M., Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan, Marsha Ayunita Irawati, S.A.P., M.Si., M.M., para dekan, ketua program studi, pimpinan LPPM dan LPM, serta jajaran kepala biro. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan dari STIE SEMARANG menjadi USTEDI bukan sekadar pergantian nama. Transformasi ini juga mencakup cara berpikir, cara melayani, dan cara membangun masa depan universitas. Sejak resmi menjadi universitas pada Desember 2025, USTEDI terus melakukan berbagai pembaruan. Tujuannya adalah meraih Akreditasi Unggul pada tahun 2027. Oleh karena itu, universitas memperkuat kualitas dosen, mengembangkan kurikulum yang adaptif, dan meningkatkan fasilitas pembelajaran, terutama di Kampus 2.

Penguatan Layanan Akademik

Dalam proses menuju kampus unggul, mahasiswa diposisikan sebagai mitra strategis. Karena itu, USTEDI mengajak mahasiswa ikut memperkenalkan kampus melalui program referensi mahasiswa baru. Sementara itu, Wakil Rektor I menjelaskan berbagai penguatan layanan akademik. Layanan tersebut meliputi pendampingan dosen wali, transparansi sistem informasi akademik, serta kemudahan bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi dan tugas akhir. Tak hanya itu, seluruh upaya tersebut bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih nyaman, responsif, dan berorientasi pada keberhasilan mahasiswa.

Aspirasi Mahasiswa Menjadi Prioritas

Sesi dialog berlangsung aktif dan penuh antusias. Mahasiswa menyampaikan berbagai masukan, mulai dari peningkatan fasilitas mushola, ruang UKM, Laboratorium Teknik, hingga penjelasan mengenai perubahan jadwal wisuda menjadi bulan Desember. Menanggapi hal tersebut, pimpinan universitas menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal merupakan dampak dari proses transformasi kelembagaan menjadi universitas. Meski demikian, USTEDI memastikan hak mahasiswa tetap menjadi prioritas. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mempercepat proses yudisium. Dengan demikian, mahasiswa yang telah memenuhi syarat dapat segera memperoleh bukti kelulusan tanpa harus menunggu pelaksanaan wisuda.

Komitmen Membangun Kampus yang Kolaboratif

Melalui kegiatan Sambung Rasa, USTEDI kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya kampus yang terbuka, kolaboratif, dan saling percaya. Setiap aspirasi mahasiswa dipandang sebagai masukan yang berharga. Dengan semangat tersebut, USTEDI terus berbenah untuk menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia.