SEMARANG – Pendidikan tinggi terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, perguruan tinggi perlu terus beradaptasi, berinovasi, dan membuka ruang kolaborasi. Semangat inilah yang dibawa Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) dalam kegiatan audiensi dan studi banding ke Universitas Semarang (USM), Senin, 10 Agustus 2026. Bertempat di Ruang Sidang, Gedung Prof. Dr. Muladi, S.H., Lantai 2 USM, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik terkait Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Bukan sekadar kunjungan, pertemuan ini menjadi langkah strategis USTEDI untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan USM.
Berbagi Praktik Baik Kurikulum OBE
Salah satu fokus utama dalam audiensi adalah implementasi Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan perguruan tinggi. USM membagikan pengalaman dalam mengembangkan kurikulum melalui berbagai tahap transformasi, mulai dari Kurikulum 2013, 2018, 2021, hingga Kurikulum 2025. Proses tersebut kemudian diarahkan untuk mengintegrasikan pendekatan OBE secara lebih kuat dalam pembelajaran. Dalam penerapannya, program studi mulai mengimplementasikan pendekatan OBE sejak semester pertama. Selanjutnya, Kurikulum Tunggal berbasis OBE mulai diterapkan pada semester genap tahun 2026.
Bagi USTEDI, pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses pengembangan kurikulum berbasis capaian. Hal ini menjadi bahan pembelajaran penting untuk memperkuat implementasi OBE di lingkungan USTEDI.
AI untuk Pembelajaran di Era Digital
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi perhatian dalam audiensi USTEDI dan USM. AI kini berkembang pesat dan mulai memberikan pengaruh terhadap berbagai bidang, termasuk pendidikan. Karena itu, pemanfaatan AI perlu ditempatkan secara tepat agar dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Dalam diskusi tersebut, USTEDI dan USM melihat adanya peluang untuk mengembangkan praktik pemanfaatan AI melalui berbagai kegiatan akademik. Ke depan, topik ini dapat ditindaklanjuti melalui training, workshop, sharing praktik baik, hingga kolaborasi akademik. Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Buka Peluang Kolaborasi Lebih Luas
Audiensi dan studi banding ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi pengalaman. USTEDI dan USM juga membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret melalui training dan workshop, kolaborasi penelitian, kerja sama kelembagaan, serta kegiatan akademik lainnya. Melalui pertemuan ini, USTEDI mendapatkan berbagai masukan dan perspektif baru untuk mendukung pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ke depan, kolaborasi USTEDI dan USM diharapkan dapat melahirkan berbagai program positif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inovatif, relevan, dan berdampak.